Kelatnas Perisai Diri Kota Banjar

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2022

Sejarah Perisai Diri Priangan Timur


  Hai agan agan 🤗,disini kakak mau jelasin nih sejarah singkat PD Priangan Timur,yok check it out

   Berbicara tentang berdirinya Perisai Diri di Priangan Timur (Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Kab. Pangandaran) , Majalengka, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi tidak terlepas dari Perjalanan Pendirinya yaitu Suheng Hendrik Pangemanan, SH. itu sendiri.
  Beliau lahir tanggal 23 September 1953, Keturunan dari Sulawesi Utara tepatnya Manado dari garis ayah, sedangkan ibu beliau berasal dari provinsi Banten, tepatnya Pandeglang.
Beliau mempelajari Perisai Diri dari tahun 1968 ketika duduk di bangku SMA Kelas 1 yaitu di SMAN 6 Bandung, Pelatihnya adalah Suheng Dadan Muharam yang membuka Perisai Diri pertama di Australia hingga sekarang.
   Pada tanggal 18 Mei 1987, beliau pergi ke Tasikmalaya mendirikan Perisai Diri di kampung Cikasasak Girang. Pada tahun 1989 pelantikan Pengurus Perisai Diri Tasikmalaya oleh Pengurus Pusat Perisai Diri yang pada saat itu oleh Bapak Nanang Sumindarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Kelatnas Indonesia Perisai Diri.
  Dengan sistem metode latihan yang praktis, maka Perisai Diri di Desa tersebut berkembang dengan sangat pesat hingga pada tahun 1990 dibukalah Ranting di sekolah-sekolah yang ada di ibukota Kabupaten Tasikmalaya. 
  Pada tahun 2003 Beliau mengembangkan Perisai Diri ke Kabupaten Ciamis, Tahun 2004 Beliau membuka di Kabupaten Pangandaran, di Tahun yang sama membuka Perisai Diri di Kota Banjar, kemudian pada Tahun 2017 membuka Cabang di Kabupaten Majalengka tepatnya tanggal 1 Agustus 2017, di tahun yang sama membuka di Kabupaten Garut.
  Pada Tahun 2019 beliau mengembangkan Perisai Diri di Kota dan Kabupaten Sukabumi, tepatnya tanggal 1 Juli 2019, dengan Motto PD Sukabumi "Silat, Sholat, Jangan Sulit".
  Perlu diketahui, beliaupun sebagai Pelatih mempunyai prestasi di tingkat dunia yang mana salah satu murid beliau yang bernama Wewey Wita menjuarai Asean Games dengan memperoleh mendali emas, ini adalah salah satunya Anggota Perisai Diri sedunia yang mengikuti kejuaraan Asean Games tahun 2018 dengan mendapatkan mendali emas.
  Demikian sekelumit tentang kiprah Suheng Hendrik Pangemanan, SH. dalam pengembangan Perisai Diri.

Sabtu, 09 Juli 2022

Mengenal Teknik Asli Burung Kuntul

Hallo agan agan ku semuanya 🤗 disini kakak mau sedikit jelasin nih mengenai Teknik Burung Kuntul di Perisai Diri loh,agan agan udah tau blom ciri khas Burung Kuntul itu apa,klo blom nih kakak kasih tau;
1.Gesit
2.Cepat
3.Lincah
4.Setia
5.Berwibawa

Teknik Burung Kuntul
Setelah mempelajari teknik Harimau,naga dan Garuda, pesilat hendak menerima pelajaran teknik berikutnya, Burung Kuntul. Bila ketika belajar Meliwis, pesilat diajarkan untuk melakukan usaha ringan, kini pesilat diajarkan untuk melibatkan tenaga ketika melakukan usaha ringan.

Dibandingkan dengan Meliwis, Kuntul tidak hanya menyerang proses lemah, tetapi juga proses lain seperti lutut. Teknik ini memiliki satu tendangan yang digunakan untuk merusak lutut lawan.


Pada ketika menyerang, sifat serangan Kuntul adalah memecut. Serangan dilontarkan sangat cepat dari badan ke arah sasaran dan dengan sendirinya kembali ke arah badan dengan kecepatan yang sama. Namun pola serangan Kuntul tidak pernah lurus kedepan seperti teknik beladiri pada umumnya, serangan Kuntul selalu mengarah ke samping.

Serangan Kuntul selalu mengarah ke samping dan sifat serangannya adalah memecut. Serangan tidak hanya menyerang bagian lemah, tetapi juga bagian lain seperti lutut. Teknik ini memiliki satu macam tendangan yang digunakan untuk merusak lutut lawan.Serangan dilontarkan sangat cepat dari badan ke arah sasaran dan dengan sendirinya kembali ke arah badan dengan kecepatan yang sama.

Untuk menyerang depan, maka Kuntul hendak memposisikan dirinya sedemikian rupa, sehingga lawan menjadi berada di samping ketika serangan mencapai target.


Jumat, 08 Juli 2022

Mengenal Teknik Burung Garuda Perisai Diri


Hallo agan agan ku semuanya 🤗 disini kakak mau sedikit jelasin nih mengenai Teknik Garuda di Perisai Diri loh,agan agan udah tau blom ciri khas Garuda itu apa,klo blom nih kakak kasih tau;
1.Tangkas
2.Cepat
3.Megah
4.Kuat
5.Berani

Teknik Burung Garuda

Garuda adalah simbol burung terkuat di selang jenis burung lainnya. Oleh karena itu, dibandingkan dengan teknik burung sebelumnya, Garuda memiliki kemampuan bertarung yang paling tinggi.

Ketika belajar teknik Garuda, pesilat hendak dikenalkan bagaimana kegiatan menggunakan perubahan badan sebagai tenaga tambahan ketika menyerang atau menolak. Karena kemampuannya dalam menggunakan badan inilah, tenaga yang dimiliki oleh teknik Garuda menjadi semakin agung dibandingkan dengan Meliwis dan Kuntul.
Garuda menggunakan sisi tangan dan sikunya sebagai perlengkapan dalam menyerang dan menolak. Teknik ini selalu mengembangkan kelima jarinya selebar mungkin untuk memperkuat otot tangan proses samping.

Target serangan Garuda sering ke arah leher. Dengan menggunakan sikunya, Garuda hendak menotok proses leher dan mengiris leher tersebut dengan sisi luar tangan, untuk merusak tulang leher lawan sekaligus merobek kulit lawan. Tidak hanya leher, Garuda juga dapat menyerang ke proses tengah di selang dua alis mata lawan dan mengirisnya ke sepanjang garis mata.

Dalam jarak yang sangat rapat, Garuda memanfaatkan sikunya ke proses lemah lawan ataupun memanfaatkan tumitnya untuk melaksanakan tendangan jarak pendek ke arah kemaluan lawan.
Untuk melindungi diri dari serangan lawan, Garuda memanfaatkan kaki untuk menolak proses bawah dan tangan untuk proses tengah dan atas.

Rabu, 06 Juli 2022

Mari kita mengenal Teknik Naga

    Hallo agan agan ku semuanya 🤗 disini kakak mau sedikit jelasin nih mengenai Teknik Naga  di Perisai Diri loh,agan agan udah tau blom ciri khas Naga itu apa,klo blom nih kakak kasih tau;
1.Percaya diri
2.Ulet
3.Berani
4.Gak takut resiko
5.Kuat

Teknik Naga
  Naga dilambangkan sebagai binatang terkuat di jajaran teknik silat Perisai Diri. Langkahnya yang selalu mengandung putaran menjadi keunikan dari teknik naga yang dilakukan untuk menuju poros tengah lawan saat menghindar, memapas ataupun menyerang. Teknik ini telah menyatukan kemampuan perputaran badan dan perpindahan berat badan sebagai tambahan tenaganya. Saat menyerang, teknik Naga akan merusak persendian leher, paha dan tangan. Apabila Daerah lemah seperti dagu dan kemaluan terbuka, bagian tersebut juga bisa menjadi sasaran serangan.

Mungkin segitu saja dari kakak yah agan agan mengenai Teknik Naga 🤗


Selasa, 05 Juli 2022

Mari kita mengenal apa itu Teknik Harimau


Hallo agan agan ku semuanya 🤗 disini kakak mau sedikit jelasin nih mengenai Teknik Harimau di Perisai Diri loh,agan agan udah tau blom ciri khas Harimau itu apa,klo blom nih kakak kasih tau;
1.kuat
2.pemberani
3.cepat
4.tangkas
5.gesit

   Teknik silat Perisai Diri mengandung unsur 156 arus silat dari berbagai daerah di Indonesia yang dipilah dan dikelompokkan sesuai dengan karakter dari masing-masing arus. Teknik Asli dalam silat Perisai Diri juga digali dari arus Siauw Liem Sie (Shaolinshi) yang dengan kreativitas Pak Dirdjo gerakan maupun implementasinya sudah dijiwai oleh karakter pencak silat Indonesia. Hal ini yang menjadikan ilmu silat Perisai Diri benar sifat unik, tidak benar kemiripan dengan silat yang lain. Disebut Asli karena benar frame tersendiri, bukan merupakan kombinasi dari beberapa arus silat.


Teknik Harimau 
   Teknik Harimau memiliki kemampuan yang semakin agung, kuat, kecepatan, keuletan,ketangkasan,keberanian, keganasan dan fleksibilitas gerakan.

Teknik ini diadaptasi dari karakter hewan aslinya yang disesuaikan dengan anatomi tubuh manusia. Kemampuan Harimau semakin benar dibanding Garuda karena teknik ini sudah menggunakan perputaran badan untuk meningkatkan kecepatan dan tenaga.

Posisi Harimau bisa berbeda-beda, benar itu merendah, sedang ataupun tinggi. Pada ketika posisi merendah, teknik ini hendak melebarkan kuda-kuda agar semakin merendah ke tanah dan hendak menyerang ke daerah bawah dari lawan, dilanjutkan dengan menggulung untuk menjauhkan diri dari lawan. Pada ketika posisi tinggi, teknik ini hendak mengincar daerah atas seperti dada dan kepala. Teknik inipun kadang menggunakan lompatannya untuk menyerang kepala.
Ketika menyerang, Harimau menggunakan perlengkapan seperti cakar, telapak tangan, lutut, tumit dan telapak kaki. Ketika menolak, teknik ini hendak menggunakan perlengkapannya seperti kaki, tangan dan juga cakarnya. Target sasaran yang menjadi sasaran serangan selang lain mata, muka, telinga, leher, dada, pergelangan badan, kemaluan, lutut dan kulit.

Kamis, 09 Juni 2022

Mari mengenal sejarah Perisai Diri

Mari mengenal sejarah Perisai Diri

     


    Perisai Diri resmi berdiri pada 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. Pendirinya adalah almarhum RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra seorang bangsawan Keraton Paku Alam. Sebelum resmi mendirikan Perisai Diri, ia berlatih silat di Akademi Taman Siswa atas permintaan pamannya Ki Hajar Dewantoro.
   

   

      Pak Dirdjo (panggilan RM Soebandiman Dirdjoatmodjo) lahir pada tanggal 8 Januari 1913 di Keraton Paku Alam, Yogyakarta. Ia adalah anak tertua dari kakek buyut Paku Alam II, RM Pakoe Soedirdjo. Sejak usia 9 tahun, ia sudah bisa menguasai ilmu pencak silat di lingkungan keraton, sehingga ia percaya diri melatih teman-temannya di kawasan Paku Alaman. Selain pencak silat, ia juga belajar tari di Istana Paku Alam sehingga berteman dengan Wasi dan Bagong Kusudiardjo.Pak Dirdjo yang pada masa kecilnya dipanggil dengan nama Soebandiman atau Bandiman oleh teman-temannya ini, merasa belum puas dengan ilmu silat yang telah didapatkannya di lingkungan istana Paku Alaman itu. Tempat yang dikunjunginya pertama adalah Jombang, Jawa Timur.

     Di sana beliau belajar silat pada KH Hasan Basri, sedangkan pengetahuan agama dan lainnya diperoleh dari Pondok Pesantren Tebuireng. Setelah menjalani gemblengan keras dengan lancar dan dirasa cukup, beliau kembali ke barat. Beliau juga belajar kanuragan pada kakeknya, Ki Jogosurasmo Tujuan berikutnya adalah Semarang, di sini beliau belajar silat pada Soegito dari aliran Setia Saudara. Dilanjutkan dengan mempelajari ilmu kanuragan di Pondok Randu Gunting Semarang. Dari sana beliau menuju Cirebon setelah singgah terlebih dahulu di Kuningan. Di sini beliau belajar lagi ilmu silat dan kanuragan dengan tidak bosan-bosannya selalu menimba ilmu dari berbagai guru. Selain itu beliau juga belajar silat Minangkabau dan silat Aceh.Beliau pun mulai meramu ilmu silat sendiri. Pak Dirdjo lalu menetap di Parakan, Banyumas, dan membuka perguruan silat dengan nama Eka Kalbu, yang berarti satu hati.

  Di tengah kesibukan melatih, beliau bertemu dengan seorang pendekar Tionghoa yang beraliran beladiri Siauw Liem Sie (Shaolinshi), Yap Kie San namanya. Yap Kie San adalah salah seorang cucu murid Louw Djing Tie dari Hoo Tik Tjay.Pak Dirdjo yang untuk menuntut suatu ilmu tidak memandang usia dan suku bangsa lalu mempelajari ilmu beladiri yang berasal dari biara Siauw Liem (Shaolin) ini dari Yap Kie San selama 14 tahun.Tahun 1955 beliau resmi pindah dinas ke Kota Surabaya. Dengan tugas yang sama, yakni mengembangkan dan menyebarluaskan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia, Pak Dirdjo membuka kursus silat yang diadakan di Kantor Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Dengan dibantu oleh Imam Romelan, beliau mendirikan kursus silat PERISAI DIRI pada tanggal 2 Juli 1955.Dengan motto “Pandai Silat Tanpa Cedera”, Perisai Diri diterima oleh berbagai lapisan masyarakat untuk dipelajari sebagai ilmu beladiri.

  Tanggal 9 Mei 1983, RM Soebandiman Dirdjoatmodjo berpulang menghadap Sang Pencipta. Tanggung jawab untuk melanjutkan teknik dan pelatihan silat Perisai Diri beralih kepada para murid-muridnya yang kini telah menyebar ke seluruh pelosok tanah air dan beberapa negara di Eropa, Amerika dan Australia. Dengan di bawah koordinasi Ir Nanang Soemindarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat, saat ini Kelatnas Indonesia Perisai Diri memiliki cabang hampir di setiap provinsi di Indonesia serta memiliki komisariat di 10 negara lain. Untuk menghargai jasanya, pada tahun 1986 pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pendekar Purna Utama bagi RM Soebandiman Dirdjoatmodjo.